Ekonomi Makro : Pengertian, Jenis, Tujuan & Indikatornya

Pengertian Ekonomi Makro – Dalam dunia ekonomi, studi mengenai ekonomi makro memegang peranan penting untuk memahami bagaimana suatu perekonomian secara keseluruhan beroperasi.

Artikel ini akan membahas secara mendalam konsep-konsep dasar ekonomi makro serta dampaknya terhadap kebijakan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Ekonomi Makro : Pengertian, Jenis, Tujuan & Indikatornya

Pengertian Ekonomi Makro

Ekonomi makro mengacu pada studi tentang perilaku ekonomi suatu negara secara keseluruhan, termasuk faktor-faktor seperti produksi nasional, pendapatan nasional, inflasi, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi. Berbeda dengan ekonomi mikro yang lebih fokus pada individu atau perusahaan, ekonomi makro melihat gambaran besar perekonomian.

Pengertian Ekonomi Makro Menurut Para Ahli

Berikut adalah pengertian ekonomi makro menurut beberapa ahli ekonomi dari Indonesia:

1. Sadono Sukirno

Menurut Sadono Sukirno, ekonomi makro adalah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari perekonomian secara keseluruhan. Fokusnya adalah pada masalah-masalah ekonomi yang bersifat agregat, seperti inflasi, pengangguran, pertumbuhan ekonomi, dan kebijakan ekonomi yang dapat mempengaruhi variabel-variabel tersebut.

2. Boediono

Boediono mendefinisikan ekonomi makro sebagai studi tentang gejala-gejala ekonomi yang menyangkut perekonomian secara keseluruhan. Ekonomi makro membahas hal-hal seperti pendapatan nasional, pengeluaran agregat, tabungan dan investasi nasional, serta masalah-masalah besar lainnya yang mempengaruhi stabilitas ekonomi.

3. Lincolin Arsyad

Lincolin Arsyad menjelaskan bahwa ekonomi makro adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku ekonomi secara keseluruhan (agregat). Ia menekankan bahwa ekonomi makro berfokus pada variabel-variabel agregat seperti pendapatan nasional, tingkat harga umum, tingkat pengangguran, dan kebijakan ekonomi pemerintah.

4. M. Nasir

Menurut M. Nasir, ekonomi makro adalah bidang ilmu ekonomi yang mempelajari interaksi antara berbagai sektor dalam perekonomian secara keseluruhan, termasuk analisis terhadap pengeluaran konsumsi, investasi, tabungan, dan intervensi pemerintah melalui kebijakan fiskal dan moneter.

5. Dumairy

Dumairy mendefinisikan ekonomi makro sebagai studi tentang perekonomian dalam skala besar atau menyeluruh, yang mencakup analisis terhadap pendapatan nasional, pengeluaran agregat, tingkat harga, dan masalah-masalah ekonomi yang mempengaruhi perekonomian secara keseluruhan.

Jenis Jenis Ekonomi Makro

Dalam ekonomi makro, terdapat beberapa jenis pendekatan dan teori yang digunakan untuk memahami dan menganalisis perekonomian secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa jenis utama dalam ekonomi makro:

1. Ekonomi Klasik

Teori ekonomi klasik, yang berkembang pada abad ke-18 dan awal abad ke-19, didasarkan pada keyakinan bahwa pasar bebas akan selalu menuju keseimbangan. Ekonom klasik seperti Adam Smith dan David Ricardo berpendapat bahwa mekanisme pasar secara alami akan mengatur diri sendiri melalui hukum penawaran dan permintaan.

Pemerintah diharapkan memiliki peran minimal dalam perekonomian, dan intervensi dianggap dapat mengganggu keseimbangan pasar.

2. Ekonomi Keynesian

Ekonomi Keynesian diperkenalkan oleh John Maynard Keynes pada tahun 1930-an sebagai respons terhadap Depresi Besar. Keynes berargumen bahwa permintaan agregat yang tidak mencukupi dapat menyebabkan pengangguran dan depresi ekonomi.

Oleh karena itu, pemerintah harus melakukan intervensi aktif melalui kebijakan fiskal (pengeluaran pemerintah dan perpajakan) dan kebijakan moneter untuk mengelola permintaan agregat dan mencapai stabilitas ekonomi.

3. Monetarisme

Monetarisme, yang dipopulerkan oleh Milton Friedman, menekankan pentingnya pengendalian jumlah uang beredar untuk mengendalikan inflasi dan mengatur perekonomian.

Monetaris percaya bahwa kebijakan moneter lebih efektif daripada kebijakan fiskal dalam mengelola perekonomian dan bahwa bank sentral harus menjaga pertumbuhan jumlah uang beredar yang stabil untuk mencapai stabilitas harga.

4. Ekonomi Neo-Klasik

Ekonomi neo-klasik menggabungkan prinsip-prinsip ekonomi klasik dengan pendekatan matematis dan model yang lebih kompleks.

Pendekatan ini menekankan pada rasionalitas individu dan efisiensi pasar. Ekonom neo-klasik percaya bahwa perekonomian akan cenderung menuju keseimbangan melalui penyesuaian harga dan upah, meskipun mungkin memerlukan waktu untuk mencapai titik tersebut.

5. Ekonomi Neo-Keynesian

Ekonomi neo-Keynesian adalah pengembangan dari teori Keynesian yang memasukkan analisis mikroekonomi dan model matematis untuk memahami ketidaksempurnaan pasar dan perilaku ekonomi. Pendekatan ini menekankan peran kebijakan pemerintah dalam mengatasi ketidaksempurnaan pasar dan mencapai stabilitas ekonomi jangka panjang.

6. Ekonomi Pasar Baru

Ekonomi pasar baru atau New Market Economics fokus pada dinamika pasar modern dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan ekonomi individu dan perusahaan. Ini mencakup analisis tentang bagaimana teknologi, informasi, dan inovasi mempengaruhi pasar dan pertumbuhan ekonomi.

7. Ekonomi Pertumbuhan

Ekonomi pertumbuhan mengkhususkan diri dalam mempelajari faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Ini mencakup analisis investasi, teknologi, modal manusia, dan kebijakan pemerintah yang dapat meningkatkan kapasitas produksi dan produktivitas perekonomian.

8. Ekonomi Struktural

Ekonomi struktural fokus pada analisis struktur ekonomi dan perubahan struktural dalam perekonomian. Pendekatan ini mempelajari bagaimana sektor-sektor ekonomi berinteraksi dan bagaimana perubahan struktural, seperti industrialisasi dan urbanisasi, mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan distribusi pendapatan.

9. Ekonomi Institusional

Ekonomi institusional menekankan peran institusi dan aturan dalam membentuk perilaku ekonomi dan kinerja perekonomian. Pendekatan ini mengkaji bagaimana hukum, regulasi, norma sosial, dan organisasi mempengaruhi keputusan ekonomi dan hasil ekonomi.

10. Ekonomi Pembangunan

Ekonomi pembangunan fokus pada masalah-masalah yang dihadapi oleh negara-negara berkembang dalam upaya mereka mencapai pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial. Ini mencakup analisis kebijakan yang dapat meningkatkan kesejahteraan, mengurangi kemiskinan, dan mencapai pembangunan berkelanjutan.

Tujuan Ekonomi Makro

Tujuan ekonomi makro adalah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan serta menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat secara umum. Utama dari kebijakan ekonomi makro adalah:

1. Pertumbuhan Ekonomi

Tujuan pertama dari ekonomi makro adalah mencapai pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat meningkatkan pendapatan per kapita dan menciptakan lapangan kerja baru, yang pada gilirannya akan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

2. Stabilitas Harga

Stabilitas harga menjadi tujuan penting dalam ekonomi makro untuk mencegah inflasi yang tinggi atau deflasi yang merugikan ekonomi. Inflasi yang rendah dan stabil memungkinkan konsumen dan produsen untuk membuat keputusan ekonomi dengan lebih baik.

3. Penciptaan Lapangan Kerja

Salah satu tujuan ekonomi makro adalah menciptakan lapangan kerja yang cukup untuk mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Kebijakan fiskal dan moneter sering kali dirancang untuk merangsang pertumbuhan sektor-sektor ekonomi tertentu yang dapat menciptakan lapangan kerja baru.

4. Stabilitas Eksternal

Stabilitas eksternal menyangkut keseimbangan perdagangan luar negeri dan keberlanjutan arus masuk dan keluar modal. Tujuan ini bertujuan untuk menjaga nilai tukar mata uang yang stabil dan mencegah krisis ekonomi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan eksternal.

5. Distribusi Pendapatan yang Adil

Ekonomi makro juga bertujuan untuk memastikan distribusi pendapatan yang lebih adil di masyarakat. Meskipun pertumbuhan ekonomi penting, penting juga untuk memperhatikan kesenjangan pendapatan antarindividu dan kelompok agar kesejahteraan sosial dapat ditingkatkan secara merata.

6. Peningkatan Kualitas Hidup

Pada akhirnya, tujuan dari semua kebijakan ekonomi makro adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Dengan menciptakan lingkungan ekonomi yang stabil, sehat, dan berkelanjutan, diharapkan bahwa masyarakat dapat menikmati hidup yang lebih baik dengan akses yang lebih baik terhadap pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Pencapaian tujuan-tujuan ini memerlukan koordinasi yang baik antara kebijakan fiskal, moneter, dan struktural yang diambil oleh pemerintah dan otoritas ekonomi lainnya.

Indikator Ekonomi Makro

Indikator ekonomi makro adalah data atau informasi yang di gunakan untuk mengukur kesehatan dan kinerja keseluruhan perekonomian suatu negara.

Indikator-indikator ini memberikan gambaran tentang kondisi ekonomi suatu negara pada suatu waktu tertentu dan membantu para pengambil kebijakan dalam merancang strategi untuk mencapai tujuan ekonomi makro. Berikut adalah beberapa indikator ekonomi makro yang umum digunakan:

1. Produk Domestik Bruto (PDB)

Produk Domestik Bruto adalah nilai pasar dari semua barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam kurun waktu tertentu, biasanya satu tahun. PDB di gunakan sebagai indikator utama pertumbuhan ekonomi suatu negara.

2. Tingkat Inflasi

Tingkat inflasi mengukur tingkat kenaikan harga barang dan jasa secara umum dalam suatu periode waktu tertentu. Inflasi yang rendah dan stabil di anggap baik untuk pertumbuhan ekonomi yang sehat.

3. Tingkat Pengangguran

Tingkat pengangguran mengukur persentase angkatan kerja yang tidak bekerja tetapi mencari pekerjaan aktif. Indikator ini memberikan gambaran tentang ketersediaan lapangan kerja dalam perekonomian.

4. Indeks Harga Konsumen (IHK)

Indeks Harga Konsumen mengukur perubahan harga sekelompok barang dan jasa yang sering di beli oleh rumah tangga konsumen. IHK di gunakan untuk mengukur tingkat inflasi dan dampaknya terhadap daya beli masyarakat.

5. Neraca Perdagangan

Neraca perdagangan adalah perbedaan antara nilai ekspor dan impor barang dan jasa suatu negara dalam suatu periode waktu tertentu.Yang positif menunjukkan bahwa negara tersebut memiliki lebih banyak ekspor daripada impor.

6. Tingkat Pertumbuhan Pendapatan Riil

Tingkat pertumbuhan pendapatan riil mengukur kenaikan pendapatan nasional yang di sesuaikan dengan inflasi. Ini memberikan gambaran tentang pertumbuhan ekonomi yang sebenarnya setelah memperhitungkan efek inflasi.

7. Investasi Bruto Tetap

Investasi Bruto Tetap adalah jumlah total investasi yang di lakukan dalam infrastruktur dan barang modal suatu negara. Tingkat investasi ini sering di gunakan sebagai indikator untuk mengukur prospek ekonomi suatu negara.

Oleh karena itu ulasan singkat tentang Pengertian Ekonomi Makro. Semoga artikel ini menambah wawasan Anda. Sampai jumpa di artikel selanjutnya dan terima kasih.

Baca Juga Artikel Lainnya :